Mazda Generasi Terbaru Libatkan Desainer Digital Untuk Racangannya

Mazda Generasi Terbaru Libatkan Desainer Digital – Mazda punya model produksi massal berdesain paling cantik saat ini. Lihat saja tampilan Mazda6, sedan besar ini layaknya mobil sport eksotis yang hanya peduli dengan performa. Desain mereka, Kodo, diterapkan sebagai sebagai sebuah maket dasar untuk semua modelnya. Beberapa gelar pun disabet sebagai mobil tercantik. Salah satunya oleh Mazda MX-5. Ternyata di balik kesuksesan desainnya, adalah kerja para pemahat lempung atau tanah liat, sebagai proses awal merancang sebuah eksterior. Ya, hingga generasi terakhir, cara yang sangat konvensional ini dijadikan dasar untuk melakukan proses selanjutnya. Cukup mengejutkan, pasalnya merek lain sudah beralih ke reka digital menggunakan komputer.

Lewat layar, tab dan pensil digital, mereka menarik garis dan membentuk kurva dalam format multidimensi. Cara ini dinilai lebih praktis dan mudah. Namun Mazda baru sekarang melibatkan para desainer ini sejak proses awal. Baik tim digital maupun tanah liat, bekerjasama secara langsung sejak langkah pertama desain. Hal ini belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Menurut Mazda, karya pertama dengan metode ini : Vision Coupe Concept. Ya, roadster fenomenal di Tokyo Motor Show tahun lalu itu, menjadi karya pertama yang menerapkan cara demikian.

Baca juga:  Salah Tambal Tubelles Ban , Berakibat Fatal

Baca Juga : Mobil CRV Modifikasi Memakai Velg HSR Blumen

Mazda Generasi Terbaru Libatkan Desainer Digital

Mazda Generasi Terbaru Libatkan Desainer Digital

Mazda Generasi Terbaru Libatkan Desainer Digital

Seperti dilansir Autonews, Vision Coupe-lah penerapan bahasa desain terbaru Mazda yang menjadi DNA semua model generasi selanjutnya. Masa edarnya? Dimulai tahun depan!

Dijelaskan Takahiro Matsui, kepala Desain Mazda yang juga pemahat tanah liat di tim desain, ”Biasanya, pemahat yang memulai dan tugas tim digital hanya merapikan saja. Namun faktanya desain Vision Coupe sangat sulit dan membutuhkan kerjasama keduanya. Ini awal sebuah penciptaan sekaligus sebuah persaingan,” jelas Matsui.

Menurutnya, desainer pemahat hanya bisa melihat hasil karya dari berbagai sudut. Sedangkan desainer digital dapat memanipulasi dengan berbagai cara dan langsung memodifikasi dari berbagai perspektif.

“Padahal kami harus melakukan ubahan saat itu juga untuk melihat hasil dari apa yang kami lakukan. Proses ini yang memakan banyak waktu dan energi dengan metode pahat tanah liat,” imbuh Matsui.

Bisa dibayangkan, dengan metode konvensional saja, Mazda sudah sukses menerapkan desain Kodo yang sangat cantik dan fungsional. Bagaimana dengan skema desain generasi berikutnya yang menerapkan cara lebih canggih ya?

Baca Juga : Mitsubishi Delica Generasi Baru, Gunakan Platform Outlander

Loading...